Jumat, 28 November 2014

membuat jaringan WAN di cisco packet tracer

Tutorial membuat jaringan WAN di cisco packet tracer
            Saya akan menerangkan cara membuat jaringan WAN dan konfigurasi routing static di cisco packet tracer. Sebelumnya saya akan menjelaskan apa itu routing static yaitu routing yang konfigurasinya harus secara manual, administrator jaringan harus memasukan dan menghapus rute static jika terjadi perubahan topologi. Pada jaringan skala besar, jika tetap menggunakan routing statis maka akan sangat membuang waktu administrator jaringan untuk update table routing. Karena routing static hanya mungkin dilakukan untuk jaringan skala kecil. Sedangkan routing dinamis biasa diterapkan di jaringan yang berskala besar dan membutuhkan lebih dari administrator.


cara konfigurasi pada router cisco adalah menggunakan CLI (Command Line Interface). Kita harus belajar menghapal beberapa perintah yang cukup penting pada konfigurasi dasar router ini. Perintah-peritah harus diketikan pada terminal. Software yang menangani input/output dan pemerosesan perintah-perintah adalah Cisco IOS (Internetwork Operating System).
Cisco IOS adalah sistem operasi berbasis teks yang digunakan pada perangkat switch dan router buatan Cisco. Perintah-perintah Cisco IOS dikelompokan menjadi beberapa mode yang disebut Exec mode. Secara umum ada dua mode utama, User Exec mode dan Privileged Exec mode. Pada Privileged Exec mode ini kita bisa masuk pada Global Configuration yang biasa digunakan untuk mengkonfigurasi IP pada tiap interface, Routing, Vlan dsb.
Untuk lebih mendalam tentang CLI dan Cisco IOS bisa di browse di mbah Google:) Disini aku hanya akan memaparkan konfigurasinya saja berdasarkan Topologi yang sudah direncakan di atas.

Setting IP pada PC1 :
            














Seri Belajar Cisco dari Dasar - 1. Mengenal Mode Pada Cisco Router

Router adalah peralatan yang melakukan fungsi routing, router bisa menjalankan tugasnya dikarenakan konfigurasi yang dibuat, pada saat kita akan melakukan konfigurasi dan masuk melaui console maka pada router cisco tersebut terdapat 3 mode, yaitu user mode, privilege mode, dan global configuration mode. Kita perlu memahami perbedaan mode ini pada saat mengkonfigurasi router sehingga kita akan tahu berada di mode manakah kita pada saat melakukan konfigurasi dan apa yang bisa kita lakukan pada  mode tersebut.

Mode-mode pada router
Pada saat kita melakukan konfigurasi pada Router Cisco banyak perintah atau command yang terdapat  pada setiap mode, dimana perintah tersebut ada pada suatu mode tetapi tidak terdapat pada mode lain
Mode Prompt Penggunaan
User Mode Router> Pada saat kita pertama kali login melalui console maka kita akan masuk ke user mode, dimana pada mode ini kita tidak dapat melakukan konfigurasi, pada mode ini kita hanya dapat melihat informasi dasar dari router, dan untuk melihat perintah apa yang tersedia pada mode ini ketikkan perintah show ?
Privileged Mode Router# Dari user mode untuk masuk ke privilege mode ketikkan perintah enable dan untuk kembali ke user mode ketikkan perintah disable pada mode ini kita bisa melihat informasi routing, interface protocol, konfigurasi yang sedang berjalan, konfigurasi yang disimpan, dan sedikit konfigurasi misal mengatur clock pada router. Untuk melihat perintah yang tersedia pda mode ini ketikkan perintah show ?
Global Configuration Mode Router(config#) Untuk masuk ke mode ini pada privilege mode ketikkan perintah configure terminal dan pada mode ini kita mulai bisa melakukan konfigurasi antara lain: mengubah hostname, mengubah password, melakukan konfigurasi access list dan lain-lain, dan untuk melihat perintah yang tersedia pada mode ini ketikkan perintah show ? Dari mode ini jugalah kita bisa masuk ke mode yang lebih spesifik misalnya masuk ke interface mode, mode untuk melakukan konfigurasi routing dan lain-lain
Setelah kita memahami mode inilah maka kita akan mengerti apa yang bisa kita lakukan pada setiap mode pada saat melakukan konfigurasi router dan mengerti susunan hirarki mode pada Cisco Router. Untuk bisa lebih memahami mari kita lihat contoh dibawah ini.
Pada saat pertama kali masuk ke console router mode pertama yang akan kita temui adalah user mode yang ditandai dengan tanda Router>
Router>
Untuk melihat daftar perintah yang tersedia pada mode ini cukup ketikkan tanda tanya “?” tanpa harus menekan enter.
Router>?
Exec commands:
<1-99>      Session number to resume
connect          Open a terminal connection
disable            Turn off privileged commands
disconnect      Disconnect an existing network connection
enable            Turn on privileged commands
exit                 Exit from the EXEC
logout             Exit from the EXEC
ping                Send echo messages
resume           Resume an active network connection
show              Show running system information
ssh                 Open a secure shell client connection
telnet              Open a telnet connection
terminal          Set terminal line parameters
traceroute       Trace route to destination
Router>
Dari user mode tingkatan mode berikutnya adalah Privileged Mode, untuk masuk ke Privileged Mode ketikkan perintah enable dan tekan enter.
Router>enable
Perhatikan promt sudah berubah dari Router> menjadi Router#
Router#
Sama seperti sebelumnya untuk melihat daftar perintah yang terdapat pada mode ini ketikkan tanda tanya “?
Router#?
Exec commands:
<1-99>      Session number to resume
auto                Exec level Automation
clear               Reset functions
clock              Manage the system clock
configure        Enter configuration mode
connect          Open a terminal connection
copy               Copy from one file to another
debug             Debugging functions (see also ‘undebug’)
delete             Delete a file
dir                  List files on a filesystem
disable            Turn off privileged commands
disconnect      Disconnect an existing network connection
enable            Turn on privileged commands
erase              Erase a filesystem
exit                 Exit from the EXEC
logout             Exit from the EXEC
mkdir             Create new directory
more              Display the contents of a file
no                  Disable debugging informations
ping                Send echo messages
reload             Halt and perform a cold restart
–More–
Tekan enter jika ingin melihat daftar perintah selanjutnya dan jika ingin kembali ke prompt Router# cukup menekan sembarang tombol pada keyboard komputer
Dari Privileged Mode kita bisa masuk ke mode yang lebih tinggi yaitu Global Configuration Mode dan untuk masuk ke mode ini kita cukup mengetikkan perintah configure terminal dan tekan enter
Router#configure terminal
Perhatikan kembali bahwa prompt sudah berubah dari Router# menjadi Router(config)#
Router(config)#
Untuk melihat daftar perintah pada Gobal Configuration Mode, ketikkan tanda tanya “?
Router(config)#?
Configure commands:
aaa                             Authentication, Authorization and Accounting.
access-list                   Add an access list entry
banner                        Define a login banner
boot                           Modify system boot parameters
cdp                                        Global CDP configuration subcommands
class-map                   Configure Class Map
clock                          Configure time-of-day clock
config-register Define the configuration register
crypto                        Encryption module
dial-peer                     Dial Map (Peer) configuration commands
do                              To run exec commands in config mode
dot11                         IEEE 802.11 config commands
enable                        Modify enable password parameters
end                             Exit from configure mode
ephone                       define ethernet phone
ephone-dn                  Configure ephone phone lines (Directory Numbers)
exit                             Exit from configure mode
hostname                    Set system’s network name
interface                     Select an interface to configure
ip                               Global IP configuration subcommands
ipv6               Global IPv6 configuration commands
–More–
Sama seperti dengan keterangan sebelumnya jika ingin melihat daftar perintah selanjutnya silahkan tekan enter dan jika ingin kembali ke prompt Router(config)# cukup menekan sembarang tombol pada keyboard komputer.
Ini merupakan hal yang sangat penting untuk dipahami sebab dengan mengerti pada mode apa kita berada maka kita akan mengerti perintah apa yang bisa kita jalankan dan konfigurasi apa yang bisa kita buat.
Global Configuration Mode merupakan mode konfigurasi utama dan kenapa disebut dengan konfigurasi utama sebab dari mode inilah kita bisa masuk ke mode-mode konfigurasi yang lebih spesifik, misal kita ingin melakukan konfigurasi pada interface seperti pemberian IP addres dan lain-lain maka kita harus masuk lagi ke mode yang lebih spesifik untuk melakukan konfigurasi tersebut yaitu interface mode. Spesifik-spesifik mode itu antara lain:
  • Interface mode
  • Line mode
  • Router mode
  • Subinterface mode
  • Controller mode
Misal kita ingin melakukan konfigurasi pada interface dan melihat daftar interface apa yang bisa kita konfigurasi cukup kita ketikkan Router(config)#interface ? maka akan terlihat daftar interface yang bisa kita konfigurasi. Penggunaan tanda tanya “?” merupakan perintah yang sangat membantu kita dalam mengetahui daftar perintah yang tersedia pada suatu mode maupun mengetahui daftar perintah yang mengikuti suatu perintah, sebab biasanya perintah pada Cisco merupakan suatu rangkaian perintah dalam artian setelah perintah tersebut sebenarnya ada perintah lain yang mengikuti perintah tersebut, untuk memeriksa apakah perintah tersebut masih ada yang mengikutinya periksalah dengan perintah “?”
Router(config)#interface ?
Async              Async interface
BRI                              ISDN Basic Rate Interface
BVI                              Bridge-Group Virtual Interface
CTunnel                       CTunnel interface
Dialer                           Dialer interface
FastEthernet                 FastEthernet IEEE 802.3
Group-Async               Async Group interface
Lex                              Lex interface
Loopback                    Loopback interface
MFR                            Multilink Frame Relay bundle interface
Multilink          Multilink-group interface
Null                              Null interface
Tunnel             Tunnel interface
Vif                                PGM Multicast Host interface
Virtual-Template           Virtual Template interface
Virtual-TokenRing        Virtual TokenRing
range                            interface range command
Terlihat disitu daftar perintah yang mengikuti perintah Interface, sekarang kita ambil contoh perintah FastEthernet dan jika ingin melihat nomor interface FastEthernet yang bisa kita konfigurasi cukup dengan mengetikkan perintah “?“lagi.
Router(config)#interface fastEthernet ?
<0-9>  FastEthernet interface number
Router(config)#interface fastEthernet 0?
/
Router(config)#interface fastEthernet 0/?
<0-24>  FastEthernet interface number
Router(config)#interface fastEthernet 0/0 ?
<cr>
<cr> merupakan singkatan dari carriage return atau dalam pengertian kita telah mencapai  ujung akhir dari rangkaian perintah tersebut, atau bisa kita katakan bahwa tidak ada lagi perintah yang mengikuti perintah tersebut dan kita bisa menekan enter.
Router(config)#interface fastEthernet 0/0
Router(config-if) #
Perhatikan kembali bahwa prompt sudah berubah dari Router(config)# menjadi Router(config-if)# dan ini menyatakan bahwa kita berada pada Interface Mode.
Jika kita ingin keluar dari Interface Mode dan kembali ke Global Configuration Mode ketikkan perintah exit kemudian enter
Router(config-if)#exit
Router(config)#
Seperti sudah dibahas sebelumnya bahwa Global Configuration Mode merupakan gerbang untuk menuju mode yang lebih spesifik, selain dari interface mode, terdapat juga antara lain line mode yang dipergunakan antara lain untuk mengatur password console, telnet, maupun aux.
Dari Global Configuration Mode ketik perintah line diikuti tanda tanya “?” maka terlihat perintah yang mengikuti perintah line
Router(config)#line ?
<0-70>   First Line number
aux                Auxiliary line
console          Primary terminal line
tty                 Terminal controller
vty                 Virtual terminal
Router(config)#line console ?
<0-0>  First Line number
Router(config)#line console 0 ?
<cr>
Router(config)#line console 0
Router(config-line)#
Perhatikan kembali bahwa prompt sudah berubah dari Router(config)# menjadi Router(config-line)#
Sekarang kita sudah berada pada Line Mode dan untuk kembali ke Global Configuration Mode ketik exit
Router(config-line)#
Router(config-line)#exit
Router(config)#
Untuk masuk ke  Line Mode yang lainnya sepeti telnet langkah yang kita perlukan sama dengan langkah yang diatas, manfaatkan “?” untuk menemukan perintah selanjutnya.
Router(config)#line vty 0 1180
Router(config-line)#
Untuk kembali ke Global Configuration Mode ketik exit
Router(config-line)#exit
Router(config)#
Untuk masuk ke Router Mode ketik router kemudian periksa dengan “?” apakah ada perintah yang mengikutinya seperti perintah dibawah ini.
Router(config)#router ?
bgp    Border Gateway Protocol (BGP)
eigrp  Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP)
ospf    Open Shortest Path First (OSPF)
rip      Routing Information Protocol (RIP)
Kita ambil contoh satu misalnya RIP kemudian pergunakan “?“untuk memeriksa apakah ada perintah setelah RIP
Router(config)#router rip ?
<cr>
Muncul <cr> atau carriage return berarti kita berada pada ujung akhir perintah dan kita bisa menekan enter
Router(config)#router rip
Router(config-router)#
Perhatikan kembali bahwa prompt sudah berubah dari Router(config)# menjadi Router(config-router)#
Dari Router Mode untuk kembali ke Global Configuration Mode ketik exit
Router(config-router)#exit
Ketik exit sekali lagi untuk kembali ke privileged mode
Router(config)#exit
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
Router#
Kita bisa kembali ke privileged mode tanpa harus kembali lagi ke Global Configuration Mode dengan cara menekan ctrl+z yang pengertiannya kita menekan tombol ctrl pada keyboard disertai dengan menekan tombol huruf z
Router(config-router)#ctrl+z
Router#
Maka kita akan berada pada privileged mode.
Download:

pembangunan jaringan WAN

Di dalam pembangunan jaringan WAN (Wide Area Network) ini kami ingin mencoba melanjutkan pada materi sebelumnya yaitu pembangunan LAN dan server. Di sini kami mencoba menjelaskan tentang sedikit gambaran jaringan yang akan kita praktekan, di dalam pembangunan WAN ini sudah terbentuk sebuah jaringan LAN yang mempunyai server web dan DNS server. Jadi nantinya jika kita ingin mencoba mengkoneksikan sebuah web di dalam jaringan LAN lainnya tetapi berbeda kota atau wilayah kita juga masih bisa mengakses web tersebut. Disini kita akan masuk ke penyetingan Router yang akan digunakan untuk menghubungkan alamat atau network yang berbeda dalam jaringan. Untuk masuk kedalam router, klik pada tab physical untuk melihat bentuk router dan untuk menambah interface-interface yang kurang. Tab Config untuk konfigurasi secara GUI (Graphical User Interface). Untuk penyetingan router kali ini kita menggunakan menu atau Tab CLI (Command-Line Interface).
Konsfigurasi mula (start-up configuration) adalah suatu file yang berguna untuk menentukan bagaimana Cisco router diatur pada saat boot. Jadi, boleh dikatakan file konfigurasi mula ini adalah mirip dengan file autoexec.bat system operasi DOS yang berguna untuk mengatur konfigurasi mula suatu computer pada waktu boot. Cisco router dilengkapi dengan tiga cara untuk membuat konfigurasi mula sebagai berikut:
1. Dengan Autoinstall, router mendapat konfigurasi mula dari TCP/IP host yang sudah tersedia pada jaringan WAN.
2. Dengan menggunakan fasilitas “System Configuration Dialog”, yang secara otomatis dijalankan jika router tidak menemukan konfigurasi mula pada saat dihidupkan dan koneksi ke jaringan WAN belum ada atau tidak dihubungkan.
3. Dengan menggunakan perintah-perintah Cisco Command-Line Interface (CLI) dari konfigurasi mode.
Langkah-langkah menggunakan System Configuration Dialog:
Klik router masuk ke tab CLI kemudian muncul pertanyaan Continue with configuration dialog? [Yes/No]: kemudian pilih Yes untuk langsung penyetingan router. Kemudian pilih Yes, masukan nama router pada Eter Host Name (router) misal Bandung. Kemudian untuk system keamanan pada router kita harus menyetting password yang tujuannya untuk melindungi router dari orang yang tidak berhak (hacker) untuk menyettingnya. Masukkan pada Enable secret password: misalnya P4ssw0rd. dan masukkan password lagi untuk masuk ke privileged mode jika enable secret password tidak dibuat pada Enter enable password: misalnya password, pada enter virtual terminal password…misal: bandung, untuk membuat password untuk akses dengan telnet ke router. Langkah selanjutnya adalah untuk mengaktifkan interface mana yang akan digunakan, Enter interface name used to connect to management network from the above interface summary: misal FastEthernet0/0 kemudian ada perintah Configuring interface FastEthernet0/0: Configure IP on this interface? [yes]: kemudian pilih… Yes, selanjutnya disuruh masukkan IP Address, IP Address for this interface: misal 192.168.100.1 dan subnetmasknya 255.255.255.0 kemudian tekan enter dan akan terlihat settingan/konfigurasi pada router, kemudian simpanlah konfigurasi router tersebut: [2] Save this configuration to nvram and exit.
Enter your selection [2]:…tekan no 2 kemudian enter.
Langkah-langkah membuat konfigurasi dengan perintah Command-Line Interface pada router:
Klik router masuk ke Tab CLI kemudian muncul pertanyaan Continue with configuration dialog? [Yes/No]: kemudian pilih: No, setelah itu tekan enter muncul nama router > . untuk masuk ke konfigurasi router/privileged (system router) ketikan perintah enable dan akan keluar nama Router #
Router#ketik? Enter untuk melihat perintah-perintah yang ada pada router
Router# configure terminal perintah untuk masuk ke global configuration
Router (config)# hostname Bandung mengubah hostname router misalnya: Bandung
Bandung (config)# enable secret P4ssw0rd menyetting atau set password admin misal: P4ssw0rd
Bandung (config)# Line vty 0 4 set line vty [5 sesi]
Bandung (config-line)# login aktifkan login remote
Bandung (config-line)# password bandung set password akses remote/telnet misal: bandung
Bandung (config-line)# exit mundur satu langkah -> kembali ke global konfigurasi
Bandung (config)# interface fastEthernet0/0 untuk menyetting interface fastethernet0/0
Bandung (config-if)# description link to switch Bandung memberikan description link atau nama jaringan LAN
Bandung (config-if)# ip address setting ip address pada LAN misal 10.0.0.254 255.0.0.0
Bandung (config-if)# no shutdown untuk mengaktifkan/enablekan interface FastEthernet0/0
Bandung (config-if)# exit mundur satu langkah -> kembali ke global konfigurasi
Perhatikan port status pada router dan switch pada koneksinya dengan lampu indicator warna hijau
Bandung (config)# interface serial0/0 untuk menyetting interface serial0/0 pada router
Bandung (config-if)# description link to router Jakarta memberikan description link ke router jakarta
Bandung (config-if)# ip address setting ip address pada router misal: 101.0.0.5/30 (255. . . )
Bandung (config-if)# bandwidth 64 mensetting bandwidth
Bandung (config-if)# clock rate 64000 untuk mensetting clock rate untuk tipe kabel (DCE)
Bandung (config-if)# no shutdown untuk mengaktifkan/ enablekan interface serial0/0
Bandung (config-if)# exit mundur satu langkah -> kembali ke global konfigurasi
Bandung (config)# router rip mensetting protocol RIP
Bandung (config-router)# network 101.0.0.0 untuk mendaftarkan network pada interface serial 0/0
Bandung (config-router)# network 172.16.0.0 untuk mendaftarkan network pada interface FastEthernet 0/0
Bandung (config-router)# Ctrl Z untuk mundur ke privileged mode
Bandung # copy running-config startup-config mengcopy RAM ke NVRAM
Bandung # show running config tampilkan konfigurasi yang sudah dilakukan
Untuk menyetting router yg lainnya ikuti langkah-langkah diatas, dan untuk penyetingan router yang dijadikan sebagai pusat/central untuk mengaktifkan interface serial dilakukan 2(kali) pada Interface Serial 0/0 & Interface Serial 0/1.

Selasa, 25 November 2014

KONFIGURASI LINUX UBUNTU / DEBIAN SERVER


1.Setting IP address


2.Sharing koneksi internet


3.Setting DNS server


4.Setting WEB server


5.Setting PROXY server


6.Setting DHCP server


7.Setting SAMBA server


8.Setting MAILserver


9.Setting FTP server


10.Setting PRINT server melalui samba


11.Setting PRINT server melalui CUPS


12.Setting untuk Memanajemen Bandwith dengan WebHTB

menjelaskan mengenai tipe-tipe data yang ada di PHP. PHP

Halo pada posting kali ini saya akan mencoba menjelaskan mengenai tipe-tipe data yang ada di PHP. PHP memiliki 4 tipe data sebagai berikut :
  • Integer
  • Floating point number atau tipe data real
  • String
  • Boolean
Berikut ini saya akan mencoba menguraikan satu persatu tipe data PHP ini

Integer
integer merupakan tipe data yang berguna untuk menyimpan bilangan bulat, bukan desimal. Sebagai contoh 1,2,-1, dll.
Floating point number atau tipe data real
nach kalau tipe data ini biasanya digunakan untuk menyimpan nilai desimal. Tipe data ini fungsinya kebalikan dari tipe data integer. Contoh nilai desimal adalah 0,1; 0,2; dll.
String
Tipe data string digunakan untuk menyimpan karakter, angka, atau bisa juga digunakan untuk menyimpan kalimat atau gabungan dari angka dan kalimat.
Boolean
tipe data boolean digunakan untuk menyimpan nilai true atau false. Biasanya tipe data ini mayoritas digunakan untuk melakukan pengecekan kondisi pada php. Biasanya digunakan pada if-else statement (untuk keterangan dan cara penggunaan if-else statement akan dijelaskan di kemudian hari). Beberapa nilai yang dianggap sebagai FALSE oleh php adalah sebagai berikut
  • string FALSE (dapat berupa huruf besar semua atau huruf kecil semua)
  • nilai integer 0
  • nilai real 0.0
  • empty string
  • nilai NULL
mungkin posting kali ini agak membingungkan. Pada posting berikutnya saya akan mencoba menjelaskan cara membedakan tipe data ini dengan melakukan praktek langsung, yaitu dengan cara memberikan masing-masing contoh deklarasi variabel beserta dengan tipe data yang telah dijelaskan diatas. Jadi jangan lewatkan posting berikutnya oke.

cara instal joomla versi 1.6.3 di komputer lokal.

Halo pada posting kali ini saya akan menjelaskan cara menginstall Joomla versi 1.6.3 di komputer lokal. Sebenarnya cara instalasi Joomla 1.6.3 hampir sama dengan Joomla 1.5.x. Pada tutorial ini saya hanya akan membahas cara melakukan instalasi Joomlanya saja. Sedangkan tutorial untuk melakukan ekstraksi, pembuatan database, pembuatan user untuk mengakses database dapat kamu baca pada posting saya yang berjudul tutorial menginstall joomla di komputer lokal.
Berikut ini merupakan tutorial langkah demi langkah menginstall joomla 1.6.3 di komputer lokal. Pada kasus saya, saya menggunakan database dengan nama coba untuk menampung data joomla yang akan diinstall. Sedangkan file ekstraksi joomla saya simpan di dalam folder dengan nama yang sama, yaitu coba yang terletak di folder C:\XAMPP\htdocs\
  1. Langkah pertama buka web browser kamu dan ketikkan localhost/coba pada URL web browser. Maka kamu akan disuruh untuk memilih bahasa yang digunakan dalam proses instalasi Joomla. Biarkan saja apa adanya dan klik tombol Next. Untuk lebih jelasnya coba perhatikan gambar dibawah ini
  2. Windows Pemilihan Bahasa yang digunakan dalam proses instalasi joomla 1.6.3 300x108 Tutorial instalasi Joomla 1.6.3 di komputer Lokal
    Windows Pemilihan Bahasa yang digunakan dalam proses instalasi joomla 1.6.3
  3. Windows berikutnya akan memberikan keterangan apakah komputer kita sudah memenuhi syarat dalam menginstall Joomla. Apabila kamu sudah menginstall program XAMPP, maka secara otomatis komputer kita sudah memenuhi syarat dalam menginstall Joomla ini. Langsung aja klik tombol next. Untuk tutorial cara menginstall XAMPP, dapat kamu baca di posting dengan judul panduan menginstall XAMPP.
  4. Windows berikutnya berisi informasi yang digunakan oleh Joomla, yaitu GNU General Public License. Anda dapat membaca atau langsung klik tombol Next untuk masuk ke windows berikutnya
  5. Pada windows berikutnya kamu akan diminta untuk mengisikan tipe database, hostname, username, password dan nama database. Untuk tipe database, ganti tipe database menjadi MySQL. karena kita menggunakan database tipe MySQL. Sedangkan untuk hostname, biarkan saja apa adanya. Apabila kamu menginstall XAMPP, maka untuk user name kamu dapat mengisikan dengan root sedangkan untuk passwordnya dibiarkan kosong. Sedangkan untuk database yang digunakan untuk menampung data Joomla yang akan diinstall diisi dengan coba. Setelah itu klik tombol Next. Untuk lebih jelasnya coba perhatikan gambar dibawah ini
  6. Informasi Konfigurasi database yang dipakai di instalasi Joomla 1.6.3 300x110 Tutorial instalasi Joomla 1.6.3 di komputer Lokal
    Informasi Konfigurasi database yang dipakai di instalasi Joomla 1.6.3
  7. Pada windows FTP Configuration, langsung aja klik tombol next.
  8. Pada windows Main Configuration isikan site name dengan nama situs yang akan dipakai. Misalkan saya mengisi site name dengan situs coba. Untuk admin email, isikan dengan email dari admin situs. Misalkan saya mengisi dengan coba@yahoo.com. Untuk admin user name, isikan dengan user name dari admin. Untuk admin user name, saya biarkan apa adanya. Untuk admin password, isikan dengan password yang akan dipakai oleh admin.Untuk confirmasi password, isikan dengan informasi yang kamu pakai sebagai admin password.Apabila kamu ingin menginstall sample data, kamu dapat mengklik tombol Install Sample Data. Pada tutorial ini saya menginstall sample data.Untuk lebih jelasnya mengenai isian yang saya gunakan pada windows Main Configuration, kamu dapat melihat gambar dibawah ini
  9. Informasi di Main Configuration Joomla 1.6.3 300x110 Tutorial instalasi Joomla 1.6.3 di komputer Lokal
    Informasi di Main Configuration Joomla 1.6.3
  10. Langkah terakhir adalah menghapus folder instalasi Joomla dengan cara mengklik tombol remove installation folder. Apabila kamu ingin melihat tampilan situs kamu, kamu dapat klik tombol site.
Oke sekian saja posting kali ini. Selamat mencoba dan good luck icon wink Tutorial instalasi Joomla 1.6.3 di komputer Lokal

cara membandingkan nilai dua array di PHP

Halo pada tutorial kali ini saya akan menjelaskan cara membandingkan nilai dua array di PHP. Dengan membandingkan dua array kamu dapat mengetahui bagian mana yang berbeda atau bagian mana yang sama dari dua array. Pada posting kali ini saya akan menjelaskan cara mendapatkan nilai yang berbeda dari dua array.
Perintah yang digunakan untuk mendapatkan nilai yang berbeda dari kedua array adalah array_dif. Berikut ini merupakan format penggunaan perintah ini
$nama_variabel_array = array_diff($array1, $array2)
variabel array $nama_variabel_array akan berisi nilai yang terdapat dalam variabel $array1 yang tidak dimiliki oleh variabel $array2. Untuk lebih jelasnya coba perhatikan script PHP berikut ini
<?php
$array1 = array( “1″=>”Ayam Goreng”, “2″=>”Nasi Goreng”, “3″=>”Pisang Goreng”);
$array2 = array( “Nasi Goreng”, “Ayam Goreng”, “Capcai” );
$TampungArray = array_diff($array1,$array2);
print_r($TampungArray);
?>
Apabila script PHP diatas dijalankan pada web browser kamu, maka web browser kamu akan menampilkan output Array([3] => Pisang Goreng). Hal ini disebabkan karena pada indeks ketiga pada array pertama yang memiliki nilai berbeda dan tidak dimiliki oleh array kedua.
Jangan lupa urutan penempatan array di dalam perintah array_diff akan menentukan hasil output dari perintah tersebut. Contoh saya akan membalik penempatan array didalam perintah array_diff pada contoh script PHP diatas, sehingga perintah array_diff akan menjadi $TampungArray = array_diff($array2, $array1). Untuk lebih jelasnya berikut merupakan script PHP yang menggunakan perintah array_diff, dimana penempatan posisi arraynya dibalik
<?php
$array1 = array( “1″=>”Ayam Goreng”, “2″=>”Nasi Goreng”, “3″=>”Pisang Goreng”);
$array2 = array( “Nasi Goreng”, “Ayam Goreng”, “Capcai” );
$TampungArray = array_diff($array2,$array1);
print_r($TampungArray);
?>
Apabila kamu menjalankan script PHP diatas pada web browser kamu, maka web browser kamu akan menampilkan output  Array ( [2] => Capcai ). Hal ini disebabkan karena pada indeks kedua pada array kedua memiliki nilai yang berbeda dan tidak dimiliki oleh array pertama.
Oke sekian saja posting kali ini. Selamat mencoba dan good luck icon wink Membandingkan Nilai Dua Array di PHP Bagian 1
rating on Membandingkan Nilai Dua Array di PHP Bagian 1rating on Membandingkan Nilai Dua Array di PHP Bagian 1rating on Membandingkan Nilai Dua Array di PHP Bagian 1rating on Membandingkan Nilai Dua Array di PHP Bagian 1rating on Membandingkan Nilai Dua Array di PHP Bagian 1rating on Membandingkan Nilai Dua Array di PHP Bagian 1rating on Membandingkan Nilai Dua Array di PHP Bagian 1rating on Membandingkan Nilai Dua Array di PHP Bagian 1rating on Membandingkan Nilai Dua Array di PHP Bagian 1rating off Membandingkan Nilai Dua Array di PHP Bagian 1  ................ amore sempre fraga